<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kelautaje</title>
	<atom:link href="http://kelautaje.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kelautaje.wordpress.com</link>
	<description>mak byurr....</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Feb 2012 14:35:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kelautaje.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2dae68fa2e773d8d8fa83f615681bbd9?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>kelautaje</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kelautaje.wordpress.com/osd.xml" title="kelautaje" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kelautaje.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lomba Penulisan Iptek &#8211; Hakteknas Tahun 2011</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com/2011/05/06/lomba-penulisan-iptek-hakteknas-2011-2/</link>
		<comments>http://kelautaje.wordpress.com/2011/05/06/lomba-penulisan-iptek-hakteknas-2011-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 05:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[hakteknas 2011]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[lomba penulisan iptek]]></category>
		<category><![CDATA[mapiptek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelautsaja.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Ada sedikit informasi dari milis sebelah, sebenarnya pengumumannya sudah cukup lama tapi masih ada waktu, jadi mungkin bisa dimanfaatkan oleh teman-teman yang berminat. Selengkapnya: Tema: Inovasi untuk Kesejahteraan Rakyat Latar Belakang Pembangunan yang berbasis pengetahuan harus didukung oleh sumber daya<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=162&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ada sedikit informasi dari milis sebelah, sebenarnya pengumumannya sudah cukup lama tapi masih ada waktu, jadi mungkin bisa dimanfaatkan oleh teman-teman yang berminat. Selengkapnya:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tema: Inovasi untuk Kesejahteraan Rakyat</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Latar Belakang</strong></span><br />
Pembangunan yang berbasis pengetahuan harus didukung oleh sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif  sehingga dapat meningkatkan daya saing negara dan mencapai kemandirian bangsa. Salah satu contoh adalah India. Dengan mengandalkan keunggulan sumber daya manusianya, negara ini menjadi produsen software terbesar di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, sepatutnya  mengikuti jejak yang ditempuh oleh India, dengan lebih mengembangkan warisan seni dan budaya berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mendoron tumbuhnya kreativitas dan inovasi bangsa, pemerintah menetapkan &#8220;Inovasi untuk Kesejahteraan Rakyat&#8221;, sebagai tema Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 16 tahun 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kaitan inilah Kementerian Negara Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MAPIPTEK) mengadakan lomba penulisan iptek di media massa dengan tema tersebut. Melalui upaya ini, kami berharap kalangan wartawan dan penulis di Indonesia terpacu mengangkat isu tentang inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memunculkan inovator yang berhasil dalam bidang kreasi dan inovasi.<span id="more-162"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk mengetahui, memanfaatkan hingga mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini diyakini menjadi salah satu cara untuk mengembangkan budaya iptek.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyelenggaraan Lomba Penulisan Iptek tahun 2011 merupakan kelanjutan dari lomba serupa yang diadakan sejak tahun 2005. Lomba ini bertujuan meningkatkan penyebaran informasi iptek kepada masyarakat serta menyosialisasikan iptek dalam berbagai bidang kehidupan manusia sehingga menggugah dan mengembangkan minat menulis di media cetak dan online.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tema berkaitan dengan isu tentang inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Sub Tema</strong></span><br />
1. Bidang Pangan :<br />
2. Bidang Informasi dan Komunikasi<br />
3. Bidang Transportasi<br />
4. Bidang Energi<br />
5. Bidang Kesehatan dan Obat-obatan<br />
6. Bidang Material Maju<br />
7. Bidang Pertahanan dan Keamanan<br />
8. Tematik<br />
9. Kebencanaan</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Kriteria Lomba</strong></span><br />
1. Terbuka untuk :<br />
- Wartawan media cetak dan online (disertai fotokopi identitas wartawan)<br />
- Penulis umum di media cetak dan online (disertai fotokopi KTP)<br />
2. Naskah sudah harus diterbitkan di media massa mulai 10 Agustus 2010 &#8211; 10 Juli 2011.<br />
3. Penerimaan naskah paling akhir 24 Juli 2011.<br />
4. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah dalam  bentuk kliping tulisan dan fotokopi rangkap tiga.<br />
5. Panitia berhak menggunakan karya tersebut untuk  keperluan publikasi dan promosi pihak penyelenggara.<br />
6. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.<br />
7. Naskah dikirim ke :</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>PANITIA LOMBA PENULISAN  IPTEK-HAKTEKNAS 2011</strong></span><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>SEKRETARIAT MAPIPTEK</strong></span><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Press Room, Gedung II BPPT Lt. Dasar</strong></span><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Jl. MH Thamrin No 8, Jakarta 10340</strong></span><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Keterangan lebih lanjut hubungi :</strong></span><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Telp/Faks. (021) 3169077</strong></span><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>e-mail: mapiptek@cbn.net.id,</strong></span><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>mapiptek@yahoo.com</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Hadiah</strong></span><br />
a. Wartawan<br />
• Juara I : Uang Rp 7.500.000 + Plakat + Piagam + Piala Bergilir  Menristek<br />
• Juara II : Uang Rp 5.000.000 + Plakat + Piagam<br />
• Juara III : Uang Rp 2.500.000 + Plakat + Piagam</p>
<p style="text-align:justify;">b. Penulis Umum<br />
• Juara I : Uang Rp 5.000.000 + Plakat + Piagam + Piala  Bergilir Menristek<br />
• Juara II : Uang Rp 3.000.000 + Plakat + Piagam<br />
• Juara III : Uang Rp 2.000.000 + Plakat + Piagam</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan optimal <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelautaje.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelautaje.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelautaje.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelautaje.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kelautaje.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kelautaje.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kelautaje.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kelautaje.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelautaje.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelautaje.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelautaje.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelautaje.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelautaje.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelautaje.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=162&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelautaje.wordpress.com/2011/05/06/lomba-penulisan-iptek-hakteknas-2011-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64b9cbae15d4a3b08082c55f1670532a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamaze</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mari bersama</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com/2011/03/31/mari-bersama-2/</link>
		<comments>http://kelautaje.wordpress.com/2011/03/31/mari-bersama-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 07:16:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laut Biru]]></category>
		<category><![CDATA[jaga laut kita]]></category>
		<category><![CDATA[jangan kotori laut kita]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye laut]]></category>
		<category><![CDATA[keep our ocean]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[laut bersih]]></category>
		<category><![CDATA[laut indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelautsaja.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=160&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/save-laut.png"><img class="size-full wp-image-137 aligncenter" title="save laut" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/save-laut.png?w=710" alt=""   /></a><span id="more-160"></span></p>
<p><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/save-laut.png"><img class="aligncenter" title="save laut" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/save-laut.png?w=380&#038;h=313" alt="" width="380" height="313" /></a></p>
<p><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/save-laut.png"><img class="aligncenter" title="save laut" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/save-laut.png?w=481&#038;h=397" alt="" width="481" height="397" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelautaje.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelautaje.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelautaje.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelautaje.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kelautaje.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kelautaje.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kelautaje.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kelautaje.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelautaje.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelautaje.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelautaje.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelautaje.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelautaje.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelautaje.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=160&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelautaje.wordpress.com/2011/03/31/mari-bersama-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64b9cbae15d4a3b08082c55f1670532a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamaze</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/save-laut.png" medium="image">
			<media:title type="html">save laut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/save-laut.png" medium="image">
			<media:title type="html">save laut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/save-laut.png" medium="image">
			<media:title type="html">save laut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edukasi &#8220;in situ&#8221; Pelestarian Pesisir dan Laut</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com/2011/03/19/edukasi-in-situ-2/</link>
		<comments>http://kelautaje.wordpress.com/2011/03/19/edukasi-in-situ-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 08:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laut Biru]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[in situ]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[panorama bawah laut]]></category>
		<category><![CDATA[pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelautsaja.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Berapa banyak orang di lingkungan sekitar kita, entah itu di komplek perumahan, tempat kerja ataupun sekolah yang dapat berenang?. Kemungkinan besar jawabannya akan lebih banyak yang tidak bisa berenang daripada yang bisa. Bahkan yang bisapun belum tentu mempelajarinya secara khusus<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=159&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/anak-pantai.jpg"><img class="alignleft" title="anak pantai" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/anak-pantai.jpg?w=351&#038;h=195" alt="" width="351" height="195" /></a>Berapa banyak orang di lingkungan sekitar kita, entah itu di komplek perumahan, tempat kerja ataupun sekolah yang dapat berenang?. Kemungkinan besar jawabannya akan lebih banyak yang tidak bisa berenang daripada yang bisa. Bahkan yang bisapun belum tentu mempelajarinya secara khusus alias mengikuti kursus renang. Kebanyakan yang dapat berenang disebabkan semasa kecilnya memang gemar mandi di sungai atau pantai, sehingga yang ada adalah renang gaya kampung atau asal bisa ngambang. Padahal sebagai negara bahari yang katanya nenek moyang kita adalah seorang pelaut mustinya berenang merupakan suatu keahlian genetis orang Indonesia. Apalagi 60 persen wilayah Indonesia merupakan laut dan terdiri lebih dari 17.508 pulau serta mempunyai garis pantai terpanjang kedua di dunia yaitu mencapai 81.209 km. Jadi, sudah seharusnya kita bisa berenang dan mencintai laut kita.<span id="more-159"></span>Meskipun tidak ada korelasi antara kemampuan berenang dengan kecintaan kita terhadap laut namun satu hal yang perlu digarisbawahi adalah kepedulian masyarakat terhadap laut memang masih sangat terbatas. Fenomena tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang laut. Kebanyakan orang menganggap laut hanya hamparan air asin yang biasa-biasa saja dan tempat sampah terbesar dan paling praktis di dunia, dan pada kenyataanya memang banyak kondisi pantai yang dipenuhi sampah-sampah dan itu ditemui hampir di seluruh pesisir Indonesia. Bisa dibayangkan berapa ton sampah yang masuk ke laut tiap harinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Minimnya kepedulian dan pemahaman tentang laut dapat disebabkan sistem pendidikan di Indonesia yang belum memberi ruang yang cukup untuk memperkenalkan sumberdaya laut kepada siswa. Dari pengalaman penulis, sejak di bangku SD sampai SMA, pelajaran yang membahas geografi dan kelautan hanya sebatas perjalanan kemaritiman Indonesia dari jaman Majapahit dan Sriwijaya sampai pada cerita pelayaran pedagang-pedagang yang masuk ke Indonesia melalui laut. Kita tidak diperkenalkan akan keindahan <a href="http://www.diverajaampat.org/" target="_blank">Raja Ampat</a> yang ternyata memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Bunaken" target="_blank">Bunaken</a> dengan taman lautnya, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Banda" target="_blank">Laut Banda</a>, <a href="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/05/15/5605/88/Lucipara" target="_blank">Pulau Lucipara</a> dan pulau-pulau lainnya yang memiliki keindahan panorama bawah laut.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pengalaman dan kenyataan diatas, maka sudah sewajarnya seluruh elemen masyarakat terutama yang berkecimpung di dunia pendidikan, kalangan akademisi dan pemerhati kelautan untuk memperkenalkan laut kepada anak-anak sejak usia dini. Pemikiran sederhana dari pentingnya upaya ini adalah jika kita telah memperkenalkan sumberdaya yang ada di laut dan manfaatnya dengan baik maka akan timbul kesadaran dan minat untuk melestarikan dan menjaga laut tersebut dengan baik pula. Usaha-usaha untuk mengenalkan laut secara dini dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah atunya adalah melalui proses<strong><em> edukasi in situ</em></strong> atau langsung.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kelautsaja.wordpress.com/2011/03/19/edukasi-in-situ/" target="_blank">Edukasi <em>in situ</em></a> disini didefinisikan sebagai suatu upaya pemahaman terhadap sesuatu secara langsung di lapangan, misalnya mempelajari kawasan tertentu, tempat bersejarah, bangunan, atau apapun yang dapat memperkaya khasanah keilmuan. Nah, pesisir dan lautan sebagai wilayah yang memiliki ekosistem beragam mulai dari mangrove, lamun hingga terumbu karang dengan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya merupakan wahana yang sangat mendukung untuk berlangsungnya proses edukasi langsung ini. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan pengenalan pesisir secara langsung kepada siswa-siswa sekolah, mengamati tiap-tiap ekosistem seperti mangrove dan lamun, melakukan penanaman mangrove, gerakan bersih pantai dan berinteraksi dengan masyarakat pesisir. Kegiatan-kegiatan tersebut sebenarnya telah banyak dilakukan baik oleh instansi pemerintah, universitas, sekolah-sekolah maupun kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati kelautan, hanya saja perlu ditingkatkan kembali sehingga mendapatkan manfaat yang optimal sesuai tujuan yang ingin dicapai yakni terjaganya kelestarian laut dan pesisir.<em>&#8230; [bersambung]</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelautaje.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelautaje.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelautaje.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelautaje.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kelautaje.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kelautaje.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kelautaje.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kelautaje.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelautaje.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelautaje.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelautaje.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelautaje.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelautaje.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelautaje.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=159&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelautaje.wordpress.com/2011/03/19/edukasi-in-situ-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64b9cbae15d4a3b08082c55f1670532a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamaze</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/03/anak-pantai.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">anak pantai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tipe Estuarin [Bagian 3]</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com/2011/02/11/tipe-estuarin-2/</link>
		<comments>http://kelautaje.wordpress.com/2011/02/11/tipe-estuarin-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 06:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laut Biru]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi salinitas]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[estuari]]></category>
		<category><![CDATA[estuarin]]></category>
		<category><![CDATA[fjord]]></category>
		<category><![CDATA[karakteristik estuarin]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengenceran air tawar]]></category>
		<category><![CDATA[penguapan]]></category>
		<category><![CDATA[runoff]]></category>
		<category><![CDATA[tipe-tipe estuarin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelautsaja.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Estuarin ternyata terbagi menjadi beberapa bagian, tergantung dari topografi, distribusi salinitas dan satu lagi yaitu berdasarkan atas banyaknya pengenceran air tawar dan tingkat penguapan. Pada postingan sebelumnya telah dikemukakan tipe-tipe estuarin berdasarkan topografi dan distribusi salinitas. Nah pada postingan kali<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=158&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://kelautsaja.wordpress.com/2011/01/06/estuarin/" target="_blank">Estuarin</a> ternyata terbagi menjadi beberapa bagian, tergantung dari topografi, distribusi salinitas dan satu lagi yaitu berdasarkan atas banyaknya pengenceran air tawar dan tingkat penguapan. Pada postingan sebelumnya telah dikemukakan tipe-tipe estuarin berdasarkan <a href="http://kelautsaja.wordpress.com/2011/01/13/tipe-tipe-estuarin-1/" target="_blank">topografi</a> dan <a href="http://kelautsaja.wordpress.com/2011/01/24/tipe-estuarin-berdasarkan-distribusi-salinitas/" target="_blank">distribusi salinitas</a>. Nah pada postingan kali ini akan dijabarkan pembagian <a href="http://kelautsaja.wordpress.com/2011/02/11/tipe-estuarin/" target="_blank">estuarin atas dasar banyaknya pengenceran air tawar dan tingkat penguapan.</a> Semua materi didasarkan pada pustaka <em>Supriharyono, 2007. Konservasi Ekosistem Sumber Daya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Terdapat 3 macam estuarin berdasarkan pengenceran air tawar dan tingkat penguapan yaitu: positive estuary, negative estuary dan neutral estuary.</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;"><strong>Positive estuary</strong>, penguapan terjadi lebih kecil dari volume air tawar (bisa dari <em>runoff</em>) dan air hujan yang langsung masuk ke estuarin. Air tawar keluar di atas air asin yang masuk ke laut, dan air bercampur perlahan-lahan secara vertikal dari dasar ke permukaan air. Umumnya terdapat di daerah temperate, dicirikan dengan air laut masuk melalui dasar estuarin, yang kemudian bergerak ke atas secara perlahan-lahan bercampur dengan massa air tawar yang keluar di atasnya.<a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/02/a.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-102" title="Positive estuary" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/02/a.jpg?w=300&#038;h=105" alt="" width="300" height="105" /></a></li>
<li style="text-align:justify;"><strong>Negative estuary</strong>, kondisi ini berlawanan dengan positive estuary, yang mana penguapan dari permukaan melebihi air tawar dari <em>runoff </em>dan hujan yang masuk ke estuarin. Tipe ini banyak dijumpai di daerah tropis, namun bisa juga di daerah temperate, terutama di kawasan yang masukan air tawarnya sangat terbatas. <a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/02/b.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-103" title="Negative estuary" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/02/b.jpg?w=300&#038;h=111" alt="" width="300" height="111" /></a></li>
<li style="text-align:justify;"><strong>Neutral estuary</strong>, suplai air tawar ke estuarin seimbang dengan yang menguap dan kondisi ini menciptakan nilai salinitas yang statis. Namun kenyataannya di alam, pada umumnya tingkat penguapan dan masukan air tawar hampir tidak pernah seimbang.<a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/02/c.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-104" title="Neutral estuary" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/02/c.jpg?w=300&#038;h=116" alt="" width="300" height="116" /></a></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Demikian penjelasan tentang estuarin berdasarkan banyaknya pengenceran air tawar dan tingkat penguapan. Semoga dapat memberi tambahan informasi mengenai estuarin <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelautaje.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelautaje.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelautaje.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelautaje.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kelautaje.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kelautaje.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kelautaje.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kelautaje.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelautaje.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelautaje.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelautaje.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelautaje.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelautaje.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelautaje.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=158&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelautaje.wordpress.com/2011/02/11/tipe-estuarin-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64b9cbae15d4a3b08082c55f1670532a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamaze</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/02/a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Positive estuary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/02/b.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Negative estuary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/02/c.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Neutral estuary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tipe-tipe estuarin didasarkan pada distribusi salinitas</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com/2011/01/24/tipe-estuarin-berdasarkan-distribusi-salinitas-2/</link>
		<comments>http://kelautaje.wordpress.com/2011/01/24/tipe-estuarin-berdasarkan-distribusi-salinitas-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 02:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laut Biru]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi salinitas]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[estuari]]></category>
		<category><![CDATA[estuarin]]></category>
		<category><![CDATA[fjord]]></category>
		<category><![CDATA[karakteristik estuarin]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[tipe-tipe estuarin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelautsaja.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian estuarin sudah jelas, pembagian berdasarkan topografi juga telah disinggung sebelumnya. Nah sekarang saatnya untuk mengetahui tipe-tipe estuarin berdasarkan distribusi salinitas. Hal ini berhubungan dengan adanya masukan air tawar yang bercampur dengan air laut sehingga menghasilkan kondisi dimana distribusi salinitasnya<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=157&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pengertian <a href="http://kelautsaja.wordpress.com/2011/01/06/estuarin/" target="_blank">estuarin</a> sudah jelas, <a href="http://kelautsaja.wordpress.com/2011/01/13/tipe-tipe-estuarin-1/" target="_blank">pembagian berdasarkan topografi</a> juga telah disinggung sebelumnya. Nah sekarang saatnya untuk mengetahui tipe-tipe estuarin berdasarkan distribusi salinitas. Hal ini berhubungan dengan adanya masukan air tawar yang bercampur dengan air laut sehingga menghasilkan kondisi dimana distribusi salinitasnya berbeda-beda. Tipe-tipe estuarin tersebut antara lain:</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;"><strong><em>The highly stratifies estuary (salt wedge estuary)</em></strong>, air laut masuk ke sungai seperti taji (menukik ke dasar), sedangkan air tawar menuju ke laut melalui permukaan air laut yang masuk. Ketika percampuran terjadi, maka terbentuklah lapisan air yang mana bagian bawah adalah air laut.
<p><div id="attachment_89" class="wp-caption aligncenter" style="width: 366px"><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/1.jpg"><img class="size-medium wp-image-89" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/1.jpg?w=356&#038;h=100" alt="" width="356" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">Salt wedge estuary</p></div></li>
<li style="text-align:justify;"><strong><em>The highly stratifies estuary (fjord type)</em></strong>, estuarin ini prinsipnya sama dengan tipe sebelumnya, hanya saja terdapat adanya sill di mulut <em>fjord</em> sehingga arus pasang lebih ketat. Air tawar secara terus-menerus keluar melalui permukaan, tetapi penggantian arus pasang mungkin hanya terjadi tahunan dan tidak menentu, sehingga kondisi oksigen terlarut di dekat dasar <em>fjord</em> biasanya sangat rendah.
<p><div id="attachment_90" class="wp-caption aligncenter" style="width: 366px"><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/2.jpg"><img class="size-medium wp-image-90" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/2.jpg?w=356&#038;h=95" alt="" width="356" height="95" /></a><p class="wp-caption-text">Fjord type estuary</p></div></li>
<li style="text-align:justify;"><strong><em>Partially mixed estuary</em></strong>, dicirikan dengan efisiensi pertukaran air asin dan air tawar. Permukaan air tidak begitu asin dibandingkan bagian dasar perairan. Percampuran air masuk dari dasar perairan dan keluar melalui permukaan terjadi di sepanjang estuarin.
<p><div id="attachment_92" class="wp-caption aligncenter" style="width: 366px"><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/31.jpg"><img class="size-medium wp-image-92" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/31.jpg?w=356&#038;h=89" alt="" width="356" height="89" /></a><p class="wp-caption-text">Partial mixed estuary</p></div></li>
<li style="text-align:justify;"><em><strong>The vertically homogeneous estuary</strong></em>, pada tipe ini arus pasang sangat kuat dibandingkan dengan aliran sungai yang masuk ke estuari, sehingga percampuran vertikal menjadi intensif dan membuat salinitas di estuarin secara vertikal dari dasar ke permukaan homogen.
<p><div id="attachment_93" class="wp-caption aligncenter" style="width: 366px"><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/4.jpg"><img class="size-medium wp-image-93" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/4.jpg?w=356&#038;h=105" alt="" width="356" height="105" /></a><p class="wp-caption-text">Vertical homogeneous estuary</p></div></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Gambar-gambar di atas merupakan profil salinitas dan kecepatan arus pada masing-masing tipe estuarin yang ada. Pada kenyataannya mungkin saja ada jenis estuarin yang mempunyai profil arus dan salinitas berupa gabungan dari beberapa tipe tersebut. Jadi perlu mengkaji lagi berbagai aspek yang ada di kawasan estuarin, karena kita tahu estuarin merupakan suatu zona yang sangat dinamis.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari belajar bersama tentang <a href="http://kelautsaja.wordpress.com/" target="_blank">laut.</a></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Sumber:</span> Supriharyono, 2007. <em>Konservasi Ekosistem Sumber Daya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis</em>. Pustaka Pelajar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelautaje.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelautaje.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelautaje.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelautaje.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kelautaje.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kelautaje.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kelautaje.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kelautaje.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelautaje.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelautaje.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelautaje.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelautaje.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelautaje.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelautaje.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=157&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelautaje.wordpress.com/2011/01/24/tipe-estuarin-berdasarkan-distribusi-salinitas-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64b9cbae15d4a3b08082c55f1670532a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamaze</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/1.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/2.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/31.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/4.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tipe-tipe Estuarin [1]</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com/2011/01/13/tipe-tipe-estuarin-1-2/</link>
		<comments>http://kelautaje.wordpress.com/2011/01/13/tipe-tipe-estuarin-1-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 05:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laut Biru]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[estuari]]></category>
		<category><![CDATA[estuarin]]></category>
		<category><![CDATA[fjord]]></category>
		<category><![CDATA[karakteristik estuarin]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[tipe-tipe estuarin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelautsaja.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Pada postingan sebelumnya telah dikemukakan pengertian tentang estuarin. Kali ini akan dipaparkan sedikit tentang tipe-tipe estuarin. Berdasarkan atas topografinya, estuarin dikelompokkan menjadi beberapa tipe yaitu: Drowned river valleys, merupakan estuarin yang berbentuk lembah, banyak dijumpai di daerah temperate. Kedalamannya relatif<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=156&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pada <a href="http://kelautsaja.wordpress.com/2011/01/06/estuarin/" target="_blank">postingan sebelumnya</a> telah dikemukakan pengertian tentang estuarin. Kali ini akan dipaparkan sedikit tentang tipe-tipe estuarin. Berdasarkan atas topografinya, estuarin dikelompokkan menjadi beberapa tipe yaitu:</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;"><em>Drowned river valleys</em>, merupakan estuarin yang berbentuk lembah, banyak dijumpai di daerah temperate. Kedalamannya relatif dalam mencapai sekitar 30 m. Masukan air tawar dari sungai relatif kecil dibandingkan dengan volume air laut ketika pasang. Contohnya Chesapeake Bay USA, Southampton Water dan Mersey di Inggris.</li>
<li style="text-align:justify;">Estuarin yang berbentuk <em>fjord</em>, yaitu profil lembahnya menyerupai huruf U. Estuarin ini juga banyak dijumpai di daerah temperate dan terbentuk akibat pelelehan gunung es (<em>glaciers</em>) ketika jaman Pleistocene. Pada mulut estuarin umumnya terdapat <em>sill</em> (dataran lembah yang mencuat), sehingga perairan di daerah tersebut cukup dangkal. Sedangkan kedalaman lembah (<em>water basin</em>) di bawah <em>sill </em>sangat dalam, bisa mencapai 300-400 m, bahkan ada yang mencapai 800 m. Masukan air tawar dari sungai relatif besar dibandingkan volume air laut ketika pasang, sedangkan yang keluar dari sungai dibandingkan dengan total volume <em>fjord</em> relatif kecil. Contohnya adalah Loch Etive (Skotlandia), Sogne Fjord (Norwegia) dan Milford Sound (Selandia Baru).</li>
<li style="text-align:justify;"><em>Bar-built estuaries</em>, yaitu estuarin yang hubungannya dengan laut lepas dibatasi dengan timbunan atau pulau pasir, yang biasanya berbentuk lonjong sejajar pantai. Relatif dangkal hanya beberapa meter saja dan sering mempunyai goba atau laguna yang ekstensif serta jalan keluar air di mulut estuarin yang sangat dangkal. Tipe ini banyak dijumpai di daerah tropis atau daerah-daerah yang pantainya aktif menerima endapan sedimen. Contohnya Vellar Estuary (India) dan beberapa estuarin di pantura Pulau Jawa.</li>
<li style="text-align:justify;">Estuarin yang dihasilkan oleh proses tektonik seperti patahan atau tenggelamnya permukaan tanah, yang memungkinkan terjadinya aliran air tawar. Contohnya San Francisco Bay, yang terbentuk ketika bagian hilir sungai Sacramento dan sungai San Joanquint ditenggelamkan oleh pergerakan tanah San Andreas.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Sumber</span>: Supriharyono, 2007. Konservasi Ekosistem Sumber Daya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelautaje.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelautaje.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelautaje.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelautaje.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kelautaje.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kelautaje.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kelautaje.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kelautaje.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelautaje.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelautaje.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelautaje.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelautaje.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelautaje.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelautaje.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=156&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelautaje.wordpress.com/2011/01/13/tipe-tipe-estuarin-1-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64b9cbae15d4a3b08082c55f1670532a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamaze</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Estuarin</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com/2011/01/06/estuarin-2/</link>
		<comments>http://kelautaje.wordpress.com/2011/01/06/estuarin-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 03:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laut Biru]]></category>
		<category><![CDATA[biota estuarin]]></category>
		<category><![CDATA[estuaria]]></category>
		<category><![CDATA[estuarin]]></category>
		<category><![CDATA[karakteristik estuarin]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian estuarin]]></category>
		<category><![CDATA[pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[tipe-tipe estuarin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelautsaja.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Estuarin atau estuaria merupakan salah satu corak dari wilayah pesisir. Banyak ahli yang menyebutkan pengertian estuarin Salah satunya bahwa estuarin adalah perairan semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, meluas ke sungai sejauh batas pasang naik, dan bercampur dengan air<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=155&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/pesisir.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-75" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/pesisir.jpg?w=300&#038;h=171" alt="" width="300" height="171" /></a>Estuarin atau estuaria merupakan salah satu corak dari wilayah pesisir. Banyak ahli yang menyebutkan pengertian estuarin Salah satunya bahwa estuarin adalah perairan semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, meluas ke sungai sejauh batas pasang naik, dan bercampur dengan air tawar, yang berasal dari drainase daratan (Dyer 1997). Pencampuran kedua massa air tersebut akan mengahsilkan sedimen dan komunitas biologi yang khas serta kondisi lingkungan yang bervariasi. Kondisi tersebut antara lain:</p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">pertemuan arus sungai dengan air laut menyebabkan terjadinya sedimentasi, perubahan sifat fisik air, yang berpengaruh terhadap biota,</li>
<li style="text-align:justify;">pencampuran massa air tawar dan laut menghasilkan sifat fisika lingkungan yang khas, yang tidak sama dengan air sungai maupun air laut,</li>
<li style="text-align:justify;">perubahan lingkungan yang terjadi mengharuskan komunitas organisme melakukan adaptasi secara fisiologis dengan lingkungannya,</li>
<li style="text-align:justify;">kadar garam di estuarin bervariasi tergantung pada pasang surut air laut, banyaknya air tawar dan arus lain, serta topografi daerah estuarin tersebut.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Estuarin terbagi menjadi bermacam-macam tipe tergantung pada kondisi topografi, banyaknya aliran sungai atau pengenceran air laut oleh sungai, dan distribusi salinitas. Tipenya yang bermacam-macam ini tentunya menyebabkan perbedaan karakteristik juga seperti sifat fisika-kimia perairan dan biota yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk uraian tentang tipe-tipe estuarin akan dikemukakan pada postingan selanjutnya.. [Insyaalloh...]</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber: Supriharyono, 2007. <strong>Konservasi Ekosistem Sumber Daya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis.</strong></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelautaje.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelautaje.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelautaje.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelautaje.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kelautaje.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kelautaje.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kelautaje.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kelautaje.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelautaje.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelautaje.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelautaje.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelautaje.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelautaje.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelautaje.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=155&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelautaje.wordpress.com/2011/01/06/estuarin-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64b9cbae15d4a3b08082c55f1670532a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamaze</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2011/01/pesisir.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>alone</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com/2010/11/23/alone-2/</link>
		<comments>http://kelautaje.wordpress.com/2010/11/23/alone-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 01:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biota]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[rhizophora]]></category>
		<category><![CDATA[tegak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelautsaja.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[tegak berdiri, sepi di riak gelombang&#8230; tetap tersenyum Rhizophora-ku&#8230; menjulanglah lekas&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=154&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:center;"><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/11/alone.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-69" title="alone" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/11/alone.jpg?w=300&#038;h=219" alt="" width="300" height="219" /></a>tegak berdiri, sepi di riak gelombang&#8230;<br />
tetap tersenyum <em>Rhizophora</em>-ku&#8230;<br />
menjulanglah lekas&#8230;</h4>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelautaje.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelautaje.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelautaje.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelautaje.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kelautaje.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kelautaje.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kelautaje.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kelautaje.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelautaje.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelautaje.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelautaje.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelautaje.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelautaje.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelautaje.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=154&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelautaje.wordpress.com/2010/11/23/alone-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64b9cbae15d4a3b08082c55f1670532a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamaze</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/11/alone.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">alone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebih dari sekedar &#8220;keong racun&#8221;</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com/2010/11/02/lebih-dari-sekedar-keong-racun-2/</link>
		<comments>http://kelautaje.wordpress.com/2010/11/02/lebih-dari-sekedar-keong-racun-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 12:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biota]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[conotoxin]]></category>
		<category><![CDATA[conus]]></category>
		<category><![CDATA[gastropoda]]></category>
		<category><![CDATA[keong racun]]></category>
		<category><![CDATA[moluska]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelautsaja.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu begitu hebohnya istilah &#8220;keong racun&#8221; gara-gara ada dua cewek yang iseng upload video amatir di youtube. Dan bukan bermaksud latah, postingan kali ini mengetengahkan (hehe kayak film aja) suatu jenis keong (moluska) yang lebih dari sekedar<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=153&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu yang lalu begitu hebohnya istilah &#8220;keong racun&#8221; gara-gara ada dua cewek yang iseng upload video amatir di <a href="http://www.youtube.com/" target="_blank">youtube</a>. Dan bukan bermaksud latah, postingan kali ini mengetengahkan (hehe kayak film aja) suatu jenis keong (moluska) yang lebih dari sekedar beracun tapi juga mematikan. <em>Conus</em> namanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://www.diverosa.com/" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-61" title="Conus geographus" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/11/conus-geographus.jpg?w=300&#038;h=178" alt="" width="300" height="178" /></a>Conus</em> merupakan salah satu moluska laut yang secara ilmiah tergolong dalam kelas Gastropoda. Moluska ini ditemukan hampir di seluruh perairan laut tropis dan ada pula di perairan sub tropis. Spesies Conus ini sangat melimpah, lebih dari 100 jenis.  Umumnya <em>Conus</em> memiliki racun yang disebut <em>conotoxin</em>, racun yang sangat berbahaya yang dikeuarkan melalui <em>proboscis</em>nya. Jadi ati-ati saja bila berenang di laut dan bertemu dengan moluska jenis ini. Contoh di atas adalah jenis <em>Conus geographus</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya moluska beracun bukan hanya <em>Conus</em>, masih banyak yang lain. Tapi mungkin lain waktu saja. Cerita tentang <em>Conus</em> juga rasanya perlu dilengkapi lagi. Ini hanya sebagai gambaran awal saja. Jadi sabar ya kawan&#8230; <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelautaje.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelautaje.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelautaje.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelautaje.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kelautaje.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kelautaje.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kelautaje.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kelautaje.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelautaje.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelautaje.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelautaje.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelautaje.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelautaje.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelautaje.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=153&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelautaje.wordpress.com/2010/11/02/lebih-dari-sekedar-keong-racun-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64b9cbae15d4a3b08082c55f1670532a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamaze</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/11/conus-geographus.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Conus geographus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan biarkan Pulau Pombo merana</title>
		<link>http://kelautaje.wordpress.com/2010/10/27/jangan-biarkan-pulau-pombo-merana-2/</link>
		<comments>http://kelautaje.wordpress.com/2010/10/27/jangan-biarkan-pulau-pombo-merana-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 07:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laut Biru]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[maluku]]></category>
		<category><![CDATA[pombo]]></category>
		<category><![CDATA[taman laut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelautsaja.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;tak pernah terbayangkan sebelumnya, pulau yang cantik itu kini kian merana&#8221; Yah, Pulau Pombo merupakan salah satu pulau kecil di perairan Maluku, secara geografis tepatnya di Selat Haruku yang berada di antara Pulau Haruku dan Pulau Ambon, Maluku. Sesuai SK<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=152&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/10/pomboo.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-39" title="pomboo" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/10/pomboo.jpg?w=300&#038;h=159" alt="" width="300" height="159" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;tak pernah terbayangkan sebelumnya, pulau yang cantik itu kini kian merana&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Yah, Pulau Pombo merupakan salah satu pulau kecil di perairan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku" target="_blank">Maluku</a>, secara geografis tepatnya di Selat Haruku yang berada di antara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Haruku,_Maluku_Tengah" target="_blank">Pulau Haruku</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Ambon" target="_blank">Pulau Ambon</a>, Maluku. Sesuai SK Menteri Pertanian No. 327/Kpts/Um/7/1973 tanggal 25 Juli 1973, pulau ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi sumber daya alam dengan kategori kawasan suaka alam, statusnya cagar alam/taman laut. Kegiatan pemanfaatan sumber daya alam Pulau Pombo yang dapat dilakukan adalah dengan titik berat untuk kepentingan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan kegiatan lainnya yang menunjang budidaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada waktu itu (tahun 70-an) memang kondisi Pulau Pombo katanya sangat menawan dan layak untuk dijadikan kawasan konservasi. Hal itu juga didukung oleh pernyataan dari masyarakat sekitar yang menyebut bahwa kondisi pulau dulu memang sangat indah. Ikan, kerang-kerangan, udang dan biota yang lain melimpah, termasuk terumbu karang yang terawat dengan baik. Ada yang lebih menarik yaitu melimpahnya burung dara yang oleh orang Maluku disebut Pombo (<a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/Ducula_bicolor" target="_blank"><em>Ducula bicolor</em></a>), maka dari itu dinamakan Pulau Pombo. Di pulau itu terdapat rumah jaga, sumur bor, generator listrik, speed boat dan lainnya. Namun semua berubah, diprediksi setelah terjadinya tragedi sosial di Ambon tahun 1999.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-152"></span><br />
<a href="http://kelautsaja.files.wordpress.com/2010/10/rataan-terumbu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-40" title="rataan terumbu" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/10/pulau-pombo.jpg?w=300&#038;h=202" alt="" width="300" height="202" /></a>Yah akibat tidak ada pengawasan, kondisi biodiversitas pulau Pombo kini menjadi hancur, terutama terumbu karang yang membentuk atoll mengelilingi pulau. Penangkapan ikan menggunakan bom menjadi diperkirakan menjadi penyebab utama hancurnya terumbu karang. Selain itu, populasi burung Pombo juga menurun drastis.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kebetulan beberapa waktu yang lalu, saya dan beberapa teman sekantor beserta petugas <a href="http://bksdamaluku.dephut.go.id/index.php/profilbksdamaluku" target="_blank">BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam)</a> melakukan perjalanan ke Pulau Pombo. Perjalanan dari Ambon sekitar 1 jam menuju Liang, kemudian naik speed boat sekitar 15 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk seukuran pulau, maka pulau pombo tergolong kecil. Luasnya sekitar 998 ha, itu termasuk daratan, terumbu karang dan lagoon. Sedangkan daratan Pulau Pombo apabila kita jalan memutarinya hanya butuh waktu tidak sampai 1 jam. Sesampainya di Pombo, saya merasa takjub melihat jernihnya perairan di kawasan itu. Penetrasi matahari  menembus jelas, hanya saja sedikit miris karena yang terlihat adalah rataan terumbu karang yang telah mati. Sayang sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasir putih telah tampak dari kejauhan, semakin dekat semakin jelas dan ternyata saya kembali miris karena dihadapkan pada pemandangan sampah yang tersebar berserakan dimana-mana. Yah sampah plastik, bekas minuman dan lainnya sangat melimpah di pantai pasir putih dan tentu saja <a href="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/10/pombo2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-42" title="pombo2" src="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/10/pombo2.jpg?w=300&#038;h=194" alt="" width="300" height="194" /></a>mengganggu pandangan mata. Setelah bertanya sama tukang speedboat, katanya banyak yang mengunjungi pulau ini untuk bersenang-senang plesiran, dan biasanya rombongan. Pantas saja.. Padahal menurut saya kan kalo ingin ke pulai ini harus ada izin dari BKSDA..? dan memang harusnya begitu. Di dalam pulau juga terlihat bekas pos jaga, rumah singgah serta kamar mandi yang semuanya telah hancur.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berkesempatan mengelilingi pulau, mengamati biota yang ada terutama moluska. Ternyata banyak sekali cangkang-cangkang mati seperti jenis <em>Tridacna gigas, Lambis lambis, Strombus, Conus</em> dan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat rekaman kondisi yang ada sekarang dapat diprediksi bahwa memang dulunya Pulau Pombo merupakan pulau dengan kondisi alam yang ideal untuk kawasan konservasi. Apabila kondisi surut maka akan terlihat lingkaran atoll di sekitar pulau. Selain itu akan ada penghubung dengan daratan kecil di sebelahnya yang terpisah apabila air pasang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh, suatu yang sangat perlu untuk dilakukan adalah mengembalikan Pulau Pombo sebagai kawasan konservasi yang terjaga dengan baik. Meskipun untuk kembali ke kondisi semula sangat tak mungkin tapi paling tidak mulai saat ini harusnya sudah dipikirkan solusi untuk menumpuknya sampah, rusaknya terumbu karang, dan hancurnya sarana prasarana yang ada di pulau tersebut. Tentunya hal ini perlu keterlibatan dan dukungan penuh dari pihak-pihak terkait baik pemerintah, instansi riset maupun masyarakat sekitar. Sehingga di kemudian hari, stasus Pulau Pombo sebagai kawasan konservasi/taman laut benar-benar nyata adanya, tidak kian merana seperti saat ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelautaje.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelautaje.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelautaje.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelautaje.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kelautaje.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kelautaje.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kelautaje.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kelautaje.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelautaje.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelautaje.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelautaje.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelautaje.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelautaje.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelautaje.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelautaje.wordpress.com&amp;blog=33105607&amp;post=152&amp;subd=kelautaje&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelautaje.wordpress.com/2010/10/27/jangan-biarkan-pulau-pombo-merana-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64b9cbae15d4a3b08082c55f1670532a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamaze</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/10/pomboo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pomboo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/10/pulau-pombo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rataan terumbu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelautaje.files.wordpress.com/2010/10/pombo2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pombo2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
